Monday, 10 October 2016
Saturday, 8 October 2016
Nasihat dari Bapak dan Ibu - Sebuah Pendidikan Karakter
Belakangan ini sangat banyak masalah yang harus saya selesaikan. Awalnya saya berpikir untuk tidak pernah cerita ke bapak dan ibu saya, namun saya berubah pikiran karena menurut saya tidak ada salahnya.
Saya berpikir bahwa orang tua saya sudah memiliki banyak pengalaman untuk menyelesaikan persoalan pada usia saya sekarang, maka dari itu saya berkesimpulan seperti di atas. Ternyata, nasihat yang beliau berikan sudah ditanamkan sejak saya belum merantau. Saya merangkum beberapa nasihat bapak dan ibu saya di dalam tulisan ini. Nasihat yang tertulis adalah nasihat yang masih saya ingat, mulai dari saya SD hingga sekarang
Friday, 22 April 2016
Listrik untuk Palu
“Berhenti
mengutuk kegelapan, mulailah menyalakan lilin” – Anonim
Kota Palu, tidak hanya menjadi pusat pemerintahan
Provinsi Sulawesi Tengah, kota ini juga menjadi pusat aktivitas keekonomian di provinsinya.
Perkembangan ekonomi di Kota Palu meningkat dengan tajam setiap tahunnya.
Berbagai macam cafe-cafe dan UMKM mulai tumbuh dan mengisi ruang publik.
Investor-investor besar pun mulai menanamkan usaha mereka dalam bentuk
perumahan, hotel, dan sentra belanja. Tidak berhenti hingga di situ, kawasan
ekonomi khusus (KEK) juga sedang diselesaikan pembangunannya dan akan menjadi
kota ini sebagai kota yang terisi dengan industri.
Tuesday, 22 March 2016
Main-main dengan 15 Juta
"An**** an****," Saya mengumpat. Banyak kali. Bukan cuma sekali dua kali.
Quadcopter yang sedang saya terbangkan tiba-tiba kehilangan sinyal di ketinggian sekitar gedung 6 lantai. Tidak mau mersepon!
Kemudian quadcopternya turun bukan atas keinginan saya sebagai pilot, dan bermanuver ke arah labtek biru di kampus. Sangat cepat.
Untung saja nyangkut di pohon. Bisa diselamatkan. Terimakasih kawan. PN 3x!
Monday, 14 March 2016
KOPI
Hidup seperti kopi,
Kalau cuma kopi, terlalu pahit
Kalau kau tambahi gula, muncullah manis
Kalau terlalu banyak gula, jadi tak sedap
Kopi itu pas kalau ada pahit manisnya, boi.
Hidup juga demikian.
Cobalah nikmati pahit manisnya.
Kalau cuma kopi, terlalu pahit
Kalau kau tambahi gula, muncullah manis
Kalau terlalu banyak gula, jadi tak sedap
Kopi itu pas kalau ada pahit manisnya, boi.
Hidup juga demikian.
Cobalah nikmati pahit manisnya.
Tuesday, 21 July 2015
# -Nya
Semoga kita senantiasa menjadi pengagum dan pembelajar dari ciptaan-Nya, agar kita pandai bersyukur dan sadar diri.
Wednesday, 3 June 2015
#20 Matahari
Ada satu kebiasaan saya yang agak aneh, mencari matahari. Ada perasaan senang ketika saya mengetahui posisi matahari dan mampu merasakan hangatnya. Mungkin karena lahir di daerah yang sangat panas, Kota Palu.
Kadang, pagi-pagi sekali, saya keluar rumah hanya untuk menunggu matahari terbit. Memastikannya masih terbit di timur. Ada sedikit perasaan lega ketika melihatnya pertama kali muncul di tempat yang sama. Pernah saya bermimpi mendapatinya berada di barat selepas adzan subuh berkumandang.
Siang, di Kota Bandung, lebih sering saya mendapatinya ditutupi awan-awan kelabu. Rindu rasanya, mendapatinya tepat di atas kepala membakar badan ini tanpa awan yang menggumpal di sekitarnya. Hal yang paling menarik adalah ketika alam berkonspirasi dalam menyuasanakan intensitas cahaya dan kelembapan sehingga tercipta 'halo', pelangi melingkar sempurna.
Sore, waktu untuk menikmatinya tenggelam, di sisi barat. Di balik gunung, laut, atau bahkan jalan dan gedung tinggi.
Boy, ada satu teka-teki yang menarik untuk kau buat sendiri jawabannya. Bagaimana mekanisme matahari akan terbit dari barat? Bagaimana skenario Tuhan membuat keteraturan dunia ini hilang? Meski kita tahu pasti, ketidakberaturan di dunia ini memang selalu meningkat. Itu hukum alam.
Kadang, pagi-pagi sekali, saya keluar rumah hanya untuk menunggu matahari terbit. Memastikannya masih terbit di timur. Ada sedikit perasaan lega ketika melihatnya pertama kali muncul di tempat yang sama. Pernah saya bermimpi mendapatinya berada di barat selepas adzan subuh berkumandang.
Palu, 06:30, 11 bulan yang lalu
Sore, waktu untuk menikmatinya tenggelam, di sisi barat. Di balik gunung, laut, atau bahkan jalan dan gedung tinggi.
Boy, ada satu teka-teki yang menarik untuk kau buat sendiri jawabannya. Bagaimana mekanisme matahari akan terbit dari barat? Bagaimana skenario Tuhan membuat keteraturan dunia ini hilang? Meski kita tahu pasti, ketidakberaturan di dunia ini memang selalu meningkat. Itu hukum alam.
Subscribe to:
Posts (Atom)
