Aku ingin menyimpan cahaya
Ku kurung di dalam sebuah kotak
Mungkin dalamnya terbuat dari cermin
Akan aku kurung cahaya dari senter
Seketika dia masuk
Ku tutup!
Dia kan memantul di sisi kotakku
Mungkin luarnya berwarna hitam
Hitam paling pekat!
Cahaya yang ku kurung
Tak punya kesempatan untuk kabur
Aku ingin menghadiahinya untuk Ibu
Ku buat sebagai kejutan, ketika mati lampu
Agar Ibu tak perlu membelikanku lilin
Agar Ibu tak perlu berjaga sebelum tidur
Dan begitulah pikirku, ketika berumur sekitar anak kelas 3 SD.
Belum mengerti konsep dualisme cahaya
Belum mengerti seberapa cepat cahaya
Aku hanya ingin terbebas dari mati lampu
Showing posts with label Syair Sumbang. Show all posts
Showing posts with label Syair Sumbang. Show all posts
Thursday, 2 February 2017
Monday, 14 March 2016
KOPI
Hidup seperti kopi,
Kalau cuma kopi, terlalu pahit
Kalau kau tambahi gula, muncullah manis
Kalau terlalu banyak gula, jadi tak sedap
Kopi itu pas kalau ada pahit manisnya, boi.
Hidup juga demikian.
Cobalah nikmati pahit manisnya.
Kalau cuma kopi, terlalu pahit
Kalau kau tambahi gula, muncullah manis
Kalau terlalu banyak gula, jadi tak sedap
Kopi itu pas kalau ada pahit manisnya, boi.
Hidup juga demikian.
Cobalah nikmati pahit manisnya.
Tuesday, 5 May 2015
#17 Sudahkah?
Sudahkah ku katakan padamu, Indi?
Bahwa tidak ada yang terjadi karena kebetulan.
Nothing happens by chance, bahasa kerennya.
Segala output hari ini adalah hasil dari input-input sebelumnya.
Bahwa tidak ada yang terjadi karena kebetulan.
Nothing happens by chance, bahasa kerennya.
Segala output hari ini adalah hasil dari input-input sebelumnya.
#16 Rupa Malam
Bung, ingatkah kau?
Aku seorang pria pengelana malam
Aku berjalan di dingin anginnya
Menyusuri celah sempit tembok
Liar ke mana-mana
Bung, sudah ku arungi segala rupa malam
Malam rupanya berbeda di tiap insan
Aku seorang pria pengelana malam
Aku berjalan di dingin anginnya
Menyusuri celah sempit tembok
Liar ke mana-mana
Bung, sudah ku arungi segala rupa malam
Malam rupanya berbeda di tiap insan
Monday, 29 December 2014
#14 Kenangan
Tiap-tiap ruang di Kota Palu
Menyimpan kenangan kita
Tersimpan banyak momen
Di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta
Ruas jalan menuju almamater kita
SMA Madani
Kota Palu adalah bank memori
Potretan momen kita
Sekedar bercanda, melepas lelah,
Atau klarifikasi masalah
Di ruas jalan
Di ruang rumah
Di warung makan
Tersimpan banyak momen
Di sepanjang Jalan Karaja Lemba
Momen hening dua motor honda hitam
Berdampingan dalam malam
Menuju rumahmu
Tersimpan momen kita
Di tiap-tiap ruang di Kota Palu
Menyimpan kenangan kita
Tersimpan banyak momen
Di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta
Ruas jalan menuju almamater kita
SMA Madani
Kota Palu adalah bank memori
Potretan momen kita
Sekedar bercanda, melepas lelah,
Atau klarifikasi masalah
Di ruas jalan
Di ruang rumah
Di warung makan
Tersimpan banyak momen
Di sepanjang Jalan Karaja Lemba
Momen hening dua motor honda hitam
Berdampingan dalam malam
Menuju rumahmu
Tersimpan momen kita
Di tiap-tiap ruang di Kota Palu
Monday, 28 July 2014
#7 Sampai Jumpa
Berpanas-panaslah, Matahari Palu
Aku ingin bermandikan nikmatmu
Sebelum meninggalkanmu
Aku berangkat 6 bulan
Berkerlip-kerliplah, bintang musim panas
Aku ingin sering menyapa kalian
Sebelum berada di bawah
Langit yang berbeda
Berdebur-deburlah, Ombak Teluk Palu
Aku ingin mendengar nyanyian pantai
Sebelum tinggal di gunung
Jauh dari biru kalian
Tertawalah dengan anggunmu
Cemberutlah dengan manjamu
Menegurlah dengan tegasmu
Jadilah dirimu yang lebih baik
Belle Fille
Tanah yang kita pijak
Langit yang kita junjung
Atmosfer yang kita rasakan
Tak akan sama
Bukan lagi a miles away
Sampai jumpa kembali, kita dan Palu, di kota ini.
Aku ingin bermandikan nikmatmu
Sebelum meninggalkanmu
Aku berangkat 6 bulan
Berkerlip-kerliplah, bintang musim panas
Aku ingin sering menyapa kalian
Sebelum berada di bawah
Langit yang berbeda
Berdebur-deburlah, Ombak Teluk Palu
Aku ingin mendengar nyanyian pantai
Sebelum tinggal di gunung
Jauh dari biru kalian
Tertawalah dengan anggunmu
Cemberutlah dengan manjamu
Menegurlah dengan tegasmu
Jadilah dirimu yang lebih baik
Belle Fille
Tanah yang kita pijak
Langit yang kita junjung
Atmosfer yang kita rasakan
Tak akan sama
Bukan lagi a miles away
Sampai jumpa kembali, kita dan Palu, di kota ini.
Palu, 28 Juli 2014, 21:49 WITA
H-7 sebelum ke Bandung
Sunday, 8 June 2014
#5 Saya tahu saya berada atau seperti di rumah, ketika...
Saya tahu saya berada atau seperti di rumah, ketika...
Saya senyum kepanasan
Bukan mengerut kedinginan
Saya tidur berselimut kedinginan oleh AC yang dinyalakan adik kecil saya
Bukan tak berselimut karena entropi kamar kos
Saya mengenakan jaket menghindari kulit terbakar
Bukan untuk menutupi diri dari kedinginan
Saya dapat menikmati semua makanan
Bukan kebingungan akan menu yang ada
Saya dapat memandang hal yang jauh
Bukan terkurung di daerah berbatas tembok
Saya dapat merasakan asinnya air laut
Bukan dinginnya udara gunung
Saya dapat berlari ke bukit maupun pantai
Bukan berkendara jauh untuk mencapainya
Saya dapat menceburkan diri ke dalam sungai
Bukan jijik melihat warna dan sampahnya
Saya dapat menikmati langit sore yang oranye
Bukan langit yang kelabu
Saya dapat bermandikan cahaya matahari
Bukan kebasahan deras hujan
Saya mengomel dan selalu ada Ibu yang menanggapi
Bukan bertengkar sendiri dalam pikiran
Saya tahu saya berada di rumah, ketika...
Saya mengatakan tai laso dan semua orang menoleh
Bukan berteriak anjing dan tak ada yang peduli
Saya senyum kepanasan
Bukan mengerut kedinginan
Saya tidur berselimut kedinginan oleh AC yang dinyalakan adik kecil saya
Bukan tak berselimut karena entropi kamar kos
Saya mengenakan jaket menghindari kulit terbakar
Bukan untuk menutupi diri dari kedinginan
Saya dapat menikmati semua makanan
Bukan kebingungan akan menu yang ada
Saya dapat memandang hal yang jauh
Bukan terkurung di daerah berbatas tembok
Saya dapat merasakan asinnya air laut
Bukan dinginnya udara gunung
Saya dapat berlari ke bukit maupun pantai
Bukan berkendara jauh untuk mencapainya
Saya dapat menceburkan diri ke dalam sungai
Bukan jijik melihat warna dan sampahnya
Saya dapat menikmati langit sore yang oranye
Bukan langit yang kelabu
Saya dapat bermandikan cahaya matahari
Bukan kebasahan deras hujan
Saya mengomel dan selalu ada Ibu yang menanggapi
Bukan bertengkar sendiri dalam pikiran
Saya tahu saya berada di rumah, ketika...
Saya mengatakan tai laso dan semua orang menoleh
Bukan berteriak anjing dan tak ada yang peduli
Sunday, 4 May 2014
#2 Hujan (Lagi)
Langit gelap lagi. Entah apa yang buat dia. Menyembunyikan cahaya
Nada itu dimainkan lagi. Entah sudah hari ke berapa. Anak-anak hujan jatuh di atap.
Gemuruh datang lagi. Entah asalnya darimana. Mengiringi nada hujan.
Jemuran basah lagi. Entah bagaimana besok. Aku kehabisan baju.
Bandung, Desember 2013.
Subscribe to:
Posts (Atom)