Wednesday, 8 October 2014

#8 Iqra!

Bagi saya yang lebih muda, membaca bukanlah prioritas. Bahkan saya pernah menuliskan sebuh kalimat iseng bertuliskan, "Reading is a boring thing, except reading your message." Bukankah hal yang terlalu dimabuk kepayang?

Sejak pertama kuliah, saya sudah bertekad untuk lebih banyak membaca. Bacaan apa saja, yang penting membaca, karena kata pertama yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad S.A.W. adalah Iqra! atau Bacalah! Juga, saya selalu dinasehati oleh orang tua saya ketika SD dan SMP, bahwa saya terlalu malas membaca.

Monday, 28 July 2014

#7 Sampai Jumpa

Berpanas-panaslah, Matahari Palu
Aku ingin bermandikan nikmatmu
Sebelum meninggalkanmu
Aku berangkat 6 bulan

Berkerlip-kerliplah, bintang musim panas
Aku ingin sering menyapa kalian
Sebelum berada di bawah
Langit yang berbeda

Berdebur-deburlah, Ombak Teluk Palu
Aku ingin mendengar nyanyian pantai
Sebelum tinggal di gunung
Jauh dari biru kalian

Tertawalah dengan anggunmu
Cemberutlah dengan manjamu
Menegurlah dengan tegasmu
Jadilah dirimu yang lebih baik
Belle Fille

Tanah yang kita pijak
Langit yang kita junjung
Atmosfer yang kita rasakan
Tak akan sama
Bukan lagi a miles away

Sampai jumpa kembali, kita dan Palu, di kota ini.

Palu, 28 Juli 2014, 21:49 WITA
H-7 sebelum ke Bandung

Wednesday, 25 June 2014

#6 Untitled

Di sebuah dunia galau, desa disebut sebagai hati dan sumur adalah luka Terkadang sumur itu penuh akan air dari langit mata, namun kering seiring waktu. Angin adalah kenangan, angin yang berhembus hanya satu, angin dari masa lalu. Bahayanya, angin ini bersifat pancaroba. Kadang membawa senyum karena kenangan indah, tapi sering membawa lara dari masa yang kelam, bergantung pada perbedaan tekanan saat itu.

Sunday, 8 June 2014

#5 Saya tahu saya berada atau seperti di rumah, ketika...

Saya tahu saya berada atau seperti di rumah, ketika...

Saya senyum kepanasan
Bukan mengerut kedinginan

Saya tidur berselimut kedinginan oleh AC yang dinyalakan adik kecil saya
Bukan tak berselimut karena entropi kamar kos

Saya mengenakan jaket menghindari kulit terbakar
Bukan untuk menutupi diri dari kedinginan

Saya dapat menikmati semua makanan
Bukan kebingungan akan menu yang ada

Saya dapat memandang hal yang jauh
Bukan terkurung di daerah berbatas tembok

Saya dapat merasakan asinnya air laut
Bukan dinginnya udara gunung

Saya dapat berlari ke bukit maupun pantai
Bukan berkendara jauh untuk mencapainya

Saya dapat menceburkan diri ke dalam sungai
Bukan jijik melihat warna dan sampahnya

Saya dapat menikmati langit sore yang oranye
Bukan langit yang kelabu

Saya dapat bermandikan cahaya matahari
Bukan kebasahan deras hujan

Saya mengomel dan selalu ada Ibu yang menanggapi
Bukan bertengkar sendiri dalam pikiran

Saya tahu saya berada di rumah, ketika...

Saya mengatakan tai laso dan semua orang menoleh
Bukan berteriak anjing dan tak ada yang peduli

Monday, 12 May 2014

#4 Lawanga, Poso, di Pandangan Saya-Kecil.

Saya ingin bercerita tentang saya kecil pada suatu saat di Kelurahan Lawanga, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Sunday, 4 May 2014

#3 Untitled

Bandung, November 2013

#2 Hujan (Lagi)

Langit gelap lagi. Entah apa yang buat dia. Menyembunyikan cahaya
Nada itu dimainkan lagi. Entah sudah hari ke berapa. Anak-anak hujan jatuh di atap.
Gemuruh datang lagi. Entah asalnya darimana. Mengiringi nada hujan.
Jemuran basah lagi. Entah bagaimana besok. Aku kehabisan baju.

Bandung, Desember 2013.